Selimut Malam

Posted: Oktober 29, 2008 in Poetry

Malam menutupi siang hari.
Hitam, angin, cucuran air mata langit.
Berbondong-bondong menghiasi lukisan alam.

Bangunan nan abu-abu tertutupi kegelapan pandangan mata.
Menampakkan ciri hingga cahaya petir melintas.
Tersusul suara langit nan geram.

Luar biasa…

Dingin…

Gerombolan dingin merasuki pori-pori tubuh.

Tersengat listrik hingga mendirikan keindahan rambut-rambut lembut.
Tak mampu menahan serangan bertubi-tubi.

Tak mampu.

Akhir, ditutupi bahan dari alam.
Turun hingga merasakan nikmat kehangatan.
Lidah pun tak mampu mengeluarkan suara
Menghayati, bersyukur atas yang dimiliki.

Kemegahan Penguasa Malam

@jantjeu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s