Sabtu Menjelang 11.50 am

Posted: November 23, 2008 in Inspiration

Abu-abu. Ya, tempat yang serba abu-abu. Terpencil dan sulit dijangkau bagi siapa saja yang belum mengenal kampus ini. Then no comment!!!

Siang menjelang panggilan suci untuk sujud menghadap Pemilik jiwa ini. Termenung mengetik tulisan ini. Kini mulai jari jemari ini berolahraga.

Gerah tapi tidak terlalu panas. Membuka jendela dan pintu. Akhirnya, begitu segar bagi tubuh ini untuk berdialog dengan alam. Kini mulailah datang serangan cahaya. Terlihat dengan jelas pantulan cahaya mengenai kedua kelopak mata ini. Terlihat pula noda-noda menutupi jendela kamar ini. Membuat keindahannya meluntur.

Melihat di sebelah kiri. Seorang sobat yang selalu menemani di kamar ini. Mengerjakan proyek yang luar biasa. Dia menampakkan kesenangan ketika bagian proyeknya sudah cukup berhasil. Ya, begitulah sikap dia. Pekerja keras dan cerdas.

Menunggu pesan seseorang. Namun tak kunjung tiba. Mungkin dia sibuk. Ya, sibuk dengan tugas kuliahnya di kota kembang. Tapi, tetap mengawasi sinyal yang berlabel Telkomsel. Namun, berpikir lagi. Ini sangat membuang waktu. Kalaupun dia tidak sibuk, mungkin dia berniat membalas. Cukuplah di sini. Tulisan ini harus dilanjutkan.

Sebelum mengetik tulisan ini. Malam tadi, terasa kenikmatan yang luar biasa setelah bersusah payah mengerjakan tugas dan berlatih bela diri. Hingga dibangunkan sobat yang berada di luar kamar ini.

Saat ini, kondisi air tidak mendukung. Hal ini membuat sebagian besar manusia ke luar gedung ini. Mereka keluar untuk merapihkan diri mereka. Atau mungkin mencuci pakaian mereka. Sebagian mereka ada yang berkunjung ke tempat tinggal bapak-bapak yang juga berjuang di kampus ini. Juga ada yang berkunjung ke kamar mandi masjid kampus ini.

Terlibat dalam situasi ini. Tapi, tidak mendapatkan kamar mandi yang kosong. Layaknya, manusia yang membutuhkan keinginan. Hingga berangkat ke tempat yang tidak jauh dari kamar mandi masjid kampus ini.

Dingin dan segar, membuat semangat untuk menjalani hari ini dengan lebih baik.

Panggilan suci yang tak jauh dari kamar ini, membuat hati menasehati untuk sejenak berhenti. Cuaca pun menutup sang surya. Shutdown ………

Syukur, alhamdulillah. Bisa bertemu dengan orang-orang yang telah membina para manusia yang sedang menuntut ilmu di kampus ini.

Cuaca cerah kembali. Berpapasan dengan para pemuda yang baru menuntut ilmu di kampus ini.

Meneruskan tulisan ini, membuat senang di hati. Sedemikan sehingga terhenti ketika datang seseorang untuk mengajak makan siang. Menerima ajakannya. Berangkat penuh semangat untuk memenuhi sebagai hamba Sang Pemilik jiwa ini.

Makan bersama sobat2 di gedung makan, membuat komunikasi terus mengalir hingga selesai makan.

Melanjutkan tulisan? Saya pernah mendapatkan pesan yang sangat menakjubkan. Pesan itu, “Bekerjalah sewajarnya” Di sini, saya mendapat hikmah bahwa kita harus bisa memilih prioritas. Belajar ya belajar, tidur ya tidur.

Ehm… Sementara waktu, saya perlu istirahat dulu. Supaya bisa terus bersemangat lagi menjalani kehidupan di kampus ini.

@jantjeu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s